Manaqib di Pondok Pesantren Suryalaya untuk Bulan Oktober 2013, jatuh pada hari Senin, 6 Oktober 2014....

05 October 2014

SHOLAT IDUL ADHA (10 DZULHIJAH 1435 H) DI PONDOK PESANTREN SURYALAYA


Suryalaya (05/10/2014)
Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar
Laailaaha illallaahu Wallaahu Akbar Allaahu Akbar Walillaahil Hamd.
Bulan ini merupakan bulan yang bersejarah khususnya bagi umat Islam dibelahan dunia. Karena di bulan ini kaum muslimin dan muslimat akan melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu melaksanakan ibadah haji. Melaksanakan Ibadah haji ini merupakan salah satu perintah dari Allah Swt yang harus dilaksanakan oleh umat Islam khususnya bagi orang mampu dan serba tercukupi semuanya baik keluarga maupun kerabat yang tinggalkannya. Selain melaksanakan ibadah haji, pada bulan ini juga umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha yang pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 05 Oktober 2014 / 10 Dzulhijjah 1435 H.

Setelah melaksanakan sholat Isya, dzikir dan khotaman berjamaah, lantunan kalimat takbir pun berkumandang setelah membacakan tawasul terlebih dahulu. Lantunan kalimat takbir ini di iringi dengan tabuhan bedug menggema yang di mainkan oleh sebagian santri yang tidak pulang menambah semarak dan meriahnya hari raya kali ini. Kalimat takbir ini bersahut-sahutan dimana-mana mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung dan tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah Swt Pemilik Semesta Alam.
Lantunan kalimat takbir ini berkumandang sampai menjelang sholat shubuh tiba. Setelah melaksanakan sholat shubuh berjamaah di Mesjid Nurul Asror lantunan kalimat takbir pun di lanjutkan kembali yang di pimpin oleh Ustadz Kamaludin Koswara di ikuti oleh seluruh jamaah yang ada di Mesjid Nurul Asror tersebut hingga menjelang sholat sunat Isyroq, Isti’adah dan Istikhoroh. 



Sekitar pukul 05.25 WIB pelaksanaan sholat sunat ‘Ied pun dimulai dan yang bertindak sebagai Imam dan Khotib pada tahun ini ialah KH. Sandisi. 
Dalam khutbahnya beliau menyampaikan “Idul Adha merupakan Idul Qurban, dari peristiwa sejarah ini kita ketahui, peristiwa penting dalam arti dan makna Idul Adha dimana Nabi Ibrahim a.s telah memberikan pengorbanan yang besar dan mengagungkan dengan penyembelihan putranya Nabiyullah Ismail a.s demi pengabdiannya yang besar kepada Allah Swt. Allah membalas pengabdian itu dengan menukar putranya itu dengan seekor ghibas. Pengorbaan yang besar yang diberikan Nabi Ibrahim a.s oleh agama Islam telah dianjurkan pula kepada kaum muslimin untuk memberikan pengorbanan dan pengabdiannya kepada Allah Swt dengan melaksanakan penyembelihan hewan qurban seperti sapi, kerbau dan kambing kemudian dagingnya dibagikan kepada fakir miskin”.


SUMBER: http://suryalaya.org